Search Products
Products Category

Aluminium Foil & Tape

Aluminium Plate Sheet & Coil

Calcium Cilicate

Ceramic Fiber

Flexible Duct

Foil Bubble Insulation

Galvanized Roofmesh

Glasscloth

Glasswool

Peredam Panas - Peredam Suara

Pipa Tembaga - Pipa AC

Plat Galvanis

Polyurethane Ducting AC

Polyurethane Spray

Rockwool

Rockwool Blanket Insulation

Rockwool Pipa Insulation

Rockwool Sheet Insulation

Rubber & Close Cell

Seng Galvanis

Sepatu Safety Surabaya

Spindle Pin

Styrofoam

Wiremesh / Kawat Loket

Yumen Board Insulation Acoustic

 
Our Office

Jl. Lebak Timur VI - 5 
Surabaya - Indonesia
Telp    : 031 - 51503054
Fax    : 031 - 51503064
Hp/wa    : 081357551848
E-mail    : sintera_safetindo@yahoo.com

 

Jl. Lebak Timur Blok VI No. 5
Surabaya - Indonesia
Telp    : 031 - 51503054

Products Detail Information
Definisi dan Komponen Dasar Polyurethane Spray
Artikel - Proses Pemasangan Rockwool - Memahami Polyurethane Spray
Definisi dan Komponen Dasar Polyurethane Spray

Definisi dan Komponen Dasar Polyurethane Spray

Polyurethane spray, atau sering disebut juga busa semprot poliuretan, adalah sistem insulasi dan pelapis dua komponen yang dicampur di tempat dan diaplikasikan dalam bentuk semprotan. Ketika kedua komponen bereaksi, mereka mengembang dengan cepat membentuk lapisan busa yang solid. Material ini dikenal karena kemampuannya membentuk segel yang rapat, memberikan insulasi termal dan akustik yang sangat baik, serta dapat bertindak sebagai penghalang udara dan kelembaban.

 

Definisi Lebih Rinci

Polyurethane spray merupakan produk polimer yang terbentuk dari reaksi kimia antara dua komponen utama:

  1. Isocyanate (Komponen "A"): Biasanya berwarna gelap dan memiliki bau yang menyengat. Isocyanate mengandung gugus fungsi reaktif yang akan berikatan dengan komponen lain. Jenis isocyanate yang paling umum digunakan adalah Methylene Diphenyl Diisocyanate (MDI) dan Toluene Diisocyanate (TDI).

  2. Polyol Resin (Komponen "B"): Biasanya berwarna lebih terang dan memiliki konsistensi seperti sirup. Polyol adalah polimer yang mengandung banyak gugus hidroksil (-OH) yang akan bereaksi dengan isocyanate. Formulasi polyol dapat bervariasi tergantung pada aplikasi dan karakteristik busa yang diinginkan, seringkali mengandung polyester polyols atau polyether polyols, serta aditif lain.

 

Komponen Dasar Sistem Polyurethane Spray

Selain dua komponen kimia utama, sistem polyurethane spray memerlukan beberapa elemen penting lainnya agar dapat berfungsi dengan efektif:

  1. Peralatan Penyemprot: Peralatan khusus dirancang untuk menyimpan komponen A dan B secara terpisah, memanaskannya (pada beberapa sistem), mencampurnya secara tepat pada rasio yang ditentukan di ujung pistol semprot, dan kemudian menyemprotkan campuran tersebut ke permukaan. Peralatan ini terdiri dari:

    • Tangki atau Wadah Penyimpanan: Untuk menampung komponen isocyanate dan polyol secara terpisah.

    • Pompa: Untuk memompa kedua komponen menuju unit pencampur.

    • Unit Pemanas (Opsional): Beberapa sistem memerlukan pemanasan komponen untuk mencapai viskositas yang optimal untuk pencampuran dan reaksi.

    • Selang: Untuk mengalirkan kedua komponen dari tangki ke pistol semprot.

    • Pistol Semprot (Spray Gun): Tempat terjadinya pencampuran kedua komponen dan penyemprotan material ke permukaan. Ujung nosel pada pistol semprot dapat diganti untuk mengatur pola semprotan.

  2. Sistem Pencampuran: Pencampuran yang akurat dan homogen antara isocyanate dan polyol sangat penting untuk menghasilkan busa dengan kualitas yang diinginkan. Sistem pencampuran dapat berupa:

    • Pencampuran Mekanis: Menggunakan mekanisme di dalam pistol semprot untuk mencampur kedua cairan secara intensif sebelum disemprotkan.

    • Pencampuran Impingement: Mengandalkan tekanan tinggi untuk menyemprotkan kedua komponen dan membuat mereka bertumbukan dengan kecepatan tinggi, menghasilkan pencampuran yang sangat baik.

  3. Aditif (Tambahan): Formulasi polyurethane spray seringkali mengandung berbagai aditif untuk memodifikasi sifat busa yang dihasilkan, seperti:

    • Bahan Peniup (Blowing Agents): Berfungsi untuk menghasilkan gas yang menyebabkan busa mengembang. Generasi awal menggunakan CFC atau HCFC, namun kini lebih banyak digunakan bahan yang lebih ramah lingkungan seperti HFC atau air.

    • Surfaktan (Stabilizers): Membantu menstabilkan gelembung-gelembung busa saat mengembang, menghasilkan struktur sel yang seragam.

    • Katalis: Mempercepat reaksi kimia antara isocyanate dan polyol.

    • Retardan Api (Flame Retardants): Ditambahkan untuk meningkatkan ketahanan busa terhadap api.

    • Pigmen: Untuk memberikan warna pada busa.

 

Proses Pembentukan Busa

Ketika isocyanate (A) dan polyol (B) dicampur, terjadi reaksi kimia yang kompleks, terutama melibatkan pembentukan ikatan uretan. Panas dihasilkan oleh reaksi eksotermik ini. Pada saat yang sama, bahan peniup menguap (jika digunakan) atau bereaksi dengan isocyanate untuk menghasilkan gas (seperti karbon dioksida jika menggunakan air sebagai blowing agent). Gas yang dihasilkan ini terperangkap dalam matriks polimer yang sedang terbentuk, menyebabkan campuran mengembang dan membentuk struktur busa.

Rasio pencampuran yang tepat antara komponen A dan B sangat krusial dan harus sesuai dengan spesifikasi produk dari produsen untuk memastikan reaksi yang sempurna dan kualitas busa yang optimal.

Dengan pemahaman tentang definisi dan komponen dasar polyurethane spray ini, kita dapat lebih mengapresiasi fleksibilitas dan efektivitas material ini dalam berbagai aplikasi insulasi dan pelapisan.

 
 
Other Products • Memahami Polyurethane Spray